Monday, September 16, 2013

Curahan hati anak kos!

Beberapa hari yang lalu, gue dan kedua orang temen gue (yuanita dan kekey) sempat berbincang mengenai arti hidup. Mungkin karena saat itu kita lagi terserang syndrom kerja rodi dengan bayaran yang kurang memuaskan. HAHA.
FYI, kami bekerja sebagai tenaga surveyor (cuma freelance sih!), dengan bayaran yang tidak seberapa, karena dihitung per berapa banyak orang yang diwawancara atau berapa banyak angket/kuisioner yang diisi oleh responden. Menurut gue dan temen-temen, menjadi seorang surveyor itu membutuhkan kepercayaan diri yang tinggi dan kemampuan berkomunikasi yang baik. Secara, lo harus mencari orang (yang ga dikenal) untuk dijadikan target wawancara, dan belum tentu penawaran lo untuk mewawancara orang itu diterima dengan baik dan senyuman manis, tetapi bisa jadi lo ditolak mentah-mentah karena mereka merasa terganggu, sedang sibuk, atau terburu-buru. 
Pada saat itu, job kita bertempat di sebuah mall terkenal di Jakarta, tetapi agak sepi pengunjung. Target satu hari yang harus dicapai adalah minimal 20 responden per 1 orang surveyor, dengan angket pertanyaan sebanyak 6 lembar folio! Ini merupakan kerja rodi loh menurut gue dan teman-teman surveyor, karena harga yang dibayar tidak sesuai, sedangkan kami dituntut kualitas angket.
Sebenarnya kami hanya sedikit kecewa. Udah itu saja. Sekian.